Gunung Bismo, apakah Anda pernah mendengar nama gunung ini sebelumnya? Mungkin sebagian dari Anda telah mengetahuinya bahkan mengunjunginya. Namun, sebagian mungkin belum pernah sama sekali mendengarnya.

Bagi para pendaki sejati, nama ini tentu sudah tidak asing. Memang belum lama ini saja menjadi salah satu objek wisata yang cukup banyak juga dikunjungi. Tentunya karena ada keunikan tersendiri ketika berada di sana. 

Kota Wonosobo memiliki cukup banyak objek wisata yang indah dan dapat diandalkan. Salah satunya saat ini adalah Gunung Bismo. Lengkapnya berbagai objek wisata menyebabkan banyak wisatawan mengincar Wonosobo untuk berwisata ke sini. 

Nama Bismo sendiri berasal dari nama seorang tokoh wayang yaitu Pangeran Bismo. Mengapa nama Bismo diambil dari nama pangeran? Sebab bentuyk kawahnya terpotong membuka layaknya genggaman tangan atau cakar tangan Pangeran Bismo.

Panduan Kunjungan Ke Gunung Bismo

Setelah cukup lama ditutup karena pandemi, beberapa bulan lalu tepatnya akhir Juli 2021, seluruh jalur pendakian akan dibuka. Namun jika hendak berkunjung kesana harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Berikut panduan ke sana:

1. Lokasi Gunung Bismo

Lokasi

https://www.instagram.com/penikmaat_alam/

Berlokasi di komplek Pegunungan Gunung Api Dieng, di Wonosobo Jawa Tengah. Seperti layaknya gunung api lainnya, ada beberapa jalur mendaki serta basecamp yang dapat dipilih. Tentu setiap jalur ada ciri khas dan rintangan tersendiri saat dilewati. 

Salah satu rute pendakian yang cukup populer adalah Basecamp Gunung Bismo melalui Silandak. Lokasi basecamp ini di Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo.

Dari pusat kota Wonosobo, hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit berkendaraan dengan kecepatan normal. Bila diukur jaraknya sekitar 10 km saja dari pusat kota Wonosobo. Dalam artian lokasinya sangat mudah dijangkau oleh para wisatawan.

2. Tiket Masuk

Gunung Bismo Dieng

https://www.instagram.com/elsaaoktariani/

Jika Anda ingin berkunjung ke Gunung Bismo, maka ada retribusi yang harus dibayar. Murah sekali untuk menikmati pemandangan alam kelas dunia. Hanya 15 ribu rupiah saja dan nikmati sepuasnya gambaran sempurna Sang Maha Pencipta.

Sedangkan bila membawa kendaraan roda dua, maka Anda akan dikenakan biaya parkir 10 ribu rupiah. Tidak perlu khawatir mengenai jam buka tutup karena jalur pendakian terbuka untuk umum 24 jam selama 7 hari. 

Selama tidak ada larangan resmi mendaki dari pemerintah maupun dari pihak pengelola, maka pendaki bisa datang kapan pun. Terkadang karena kondisi alam yang membahayakan maupun hal luar biasa lain seperti pandemi, maka ditutup sementara. .  

3. Kegiatan Yang Dapat Dilakukan di Gunung Bismo

Kegiatan Yang Dapat Dilakukan

https://www.instagram.com/dienghangout/

Jika mendengar kata mendaki, apa yang ada di benak Anda? Letih, penuh perjuangan. Ya itu sudah pasti. Namun bagi para pendaki, hal itu bukanlah suatu hal yang dirisaukan. Kebahagiaan tersendiri bagi pendaki mengalami rintangan tersebut. 

Lalu apa yang bisa dilakukan saat mendaki? Setelah sampai di puncak Gunung Bismo, maka para pendaki dapat menikmati panorama rupawan deretan gunung-gunung lainnya yang saling berjajar eksotik. 

Pemandangan seperti ini sangat memanjakan mata yang terbiasa hanya melihat kemacetan di jalanan. Belum lagi udaranya yang bersih, sangat segar terasa ketika bernafas. Beda sekali dengan suasana saat berada di jalanan yang penuh asap.

Sambil menikmati indahnya puncak gunung, Anda dapat camping dan melepas lelah sambil menikmati makanan yang dibawa. Makanan dan minuman hangat adalah obat letih dan dingin yang sangat mujarab. 

Siang dimanjakan oleh pemandangan artistik gugusan gunung yang berjejeran. Sedangkan pada malam hari, mata akan dihibur oleh hamparan kota Wonosobo yang luas dan menawan. Kerlap kerlip lampu di malam hari mewarnai langit Wonosobo.

Semua itu dapat dinikmati bila Anda berhasil naik ke puncak gunung. Perasaan yang tidak dapat diungkapkan ketika berhasil menaklukan sebuah gunung. Meskipun tinggi gunung ini termasuk tidak terlalu tinggi, namun bagi para pemula merupakan prestasi. 

4. Syarat Mendaki

Gunung Bismo

https://www.instagram.com/viewgunung/

Terkait pendakian yang sempat terhenti karena pandemi yang berlangsung sejak 2020, maka pengelola mengeluarkan aturan ketika pendakian telah dibuka kembali. Aturan tersebut tentu berlandaskan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. 

Terkait pandemi yang saat pendakian Gunung Bismo dibuka, maka berikut adalah aturan yang harus dipenuhi. Aturan utama tentu saja protokol kesehatan yang cukup ketat diterapkan dan mau tidak mau harus dipatuhi para pendaki agar dapat mendaki. Namun setelah memasuki tahun 2022 aturan tersebut mulai berubah. Untuk lebih lengkapnya peraturannya bisa kita tanyakan saat datang ke lokasi.

Namun setidaknya harus ada beberapa syarat yang perlu dilakukan bila Anda mendaki via Silandak sebagai berikut: 

  • Fotokopi KTP atau kartu identitas lainnya wajib disertakan ketika registrasi. Hal ini bisa diwakilkan oleh satu orang dari kelompok pendaki.
  • Tidak dalam kondisi sakit.
  • Bawalah masker cadangan.
  • Mematuhi protokol kesehatan 3M. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
  • Peralatan mendaki, perlengkapan pribadi, serta perbekalan lainnya wajib dibawa dalam kondisi memadai. 
  • Sebelum masuk basecamp maka pendaki diwajibkan mencuci tangan serta memakai masker.
  • Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan sebelum memasuki are basecamp.
  • Fasilitas dan registrasi sebesar 25 ribu rupiah serta penitipan motor 10 ribu rupiah.

5. Ketentuan Khusus Membawa Kartu Vaksin Dan Hasil Negatif Tes Covid-19 (Update 2021)

Ketentuan Khusus Membawa Kartu Vaksin Dan Hasil Negatif Tes Covid-19

https://www.instagram.com/rzklnaa/

Update 2022 Syarat tes PCR sudah tidak berlaku, Namun ini peraturan saat tahun 2021 era pandemi dibuka. Ada beberapa perbedaan yang harus diperhatikan akan pengunjung mendapatkan izin untuk mendaki ke Gunung Bismo. Berikut ini beberapa jalur kedatangan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi:

  • Kendaraan Bermotor Roda Dua

  • Kartu vaksin pertama harus ditunjukkan.
  • Hasil tes PCR yang sampelnya tidak lebih dari 2×24 jam sebelum keberangkatan
  • Hasil negatif rapid antigen dan sampelnya maksimal diambil 1×24 jam sebelum berangkat.
  • Kendaraan Umum

  • Kartu vaksin pertama wajib ditunjukkan
  • Tes PCR dan sampelnya hanya boleh diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.
  • Wajib memperlihatkan hasil rapid antigen yang sampelnya diambil maksimal sebelum berangkat dalam rentang waktu 1×24 jam.
  • Kereta Api Antar Kota

  • Vaksin pertama wajib ditunjukkan buktinya
  • Hasil tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum berangkat
  • Hasil negatif rapid antigen maksimal harus diambil dalam waktu 1×24 jam sebelum waktu keberangkatan.

Ada beberapa aturan yang juga harus diperhatikan bahwa semua penumpang apapun jenis transportasinya, harus menunjukkan kartu vaksin pertama. Juga wajib tes PCR yang negatif. Waktunya tidak lebih dari 2×24 jam sebelum berangkat. 

Adapun hasil negatif rapid antigen juga harus ditunjukkan dan pengambilan sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum waktu keberangkatan. Bagi yang tidak bisa vaksin karena alasan medis dapat menunjukkan surat keterang dokter spesialis.

Syarat lain pengunjung Gunung Bismo yang tidak bisa vaksin, menunjukkan tes PCR negatif. Sampel maksimal 2×24 jam sebelum berangkat. Wajib menunjukkan juga hasil negatif rapid antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sampelnya diambil.  

Gunung Bismo memang memesona. Tidak heran bila semakin lama pendakian ke gunung ini semakin banyak peminatnya. Jika suatu saat Anda berkunjung, ingatlah untuk selalu menjaga kebersihan dan keasriannya agar keindahannya tetap lestari.