Salah satu hal yang menyenangkan ketika Anda datang ke Dieng adalah melihat pohon buah Carica Dieng. Buah yang satu ini sangat terkenal di daerah tersebut. Bentuknya yang seperti buah pepaya membuat siapa pun penasaran dengan rasanya. Memang sebenarnya, Carica adalah buah yang masih satu keluarga dengan buah pepaya.

Buah Carica mudah ditemukan di daerah Wonosobo karena ini dijadikan sebagai bahan olahan oleh-oleh khas Wonosobo. Lalu apa manfaat dari buah ini sendiri? Untuk mengetahuinya, Anda bisa menyimak fakta tentang buah Carica dibawah ini!

Fakta Pohon Buah Carica Pepaya Dieng atau Carica

pohon buah carica

Pepaya Dieng atau biasa disebut dengan istilah Carica merupakan kerabat pepaya yang tumbuh di dataran tinggi yang notabenenya memiliki tanah yang basah. Ketinggian tanah yang cocok untuk ditanami Carica mulai dari 1500 sampai dengan 3000 m diatas permukaan laut. Jika Anda datang ke Bali sebutan dari buah ini akan berbeda, di Wonosobo sebutannya adalah Carica sedangkan di Bali ia memiliki sebutan gedang memedi.

Pepaya yang berasal dari Amerika Selatan ini memiliki ukuran pohon yang kecil dan tidak berkayu atau sama saja seperti pohon pepaya biasanya. Perbedaannya, pohon buah Carica Dieng memiliki cabang yang lebih banyak daripada pohon pepaya pada umumnya. Untuk tingginya sendiri rata-rata mencapai 1 hingga 2 meter. Bunga jantan nya berukuran hingga 15 cm, sedangkan bunga betinanya memiliki ukuran yang lebih besar.

1. Pohon Carica Hanya Tumbuh di Dataran Tinggi Dieng

Hal ini masih menjadi perdebatan apakah kita bisa menanam buah dewa ini di selain dataran Tinggi Dieng. Memang sudah banyak yang mencoba menanamnya di tempat lain dengan ketinggian yang hampir sama.

Namun yang keluar tidaklah buah carica melainkan tumbuh buah pepaya seperti biasa. Ada juga yang sudah menanam pohon ini namun tebal dan rasanya tidak sama seperti papaya Dieng pada umumnya.

2. Ditanam di Pinggir Lahan

Jarang sekali petani di Dieng yang menanam satu lahan penuh. Mungkin hanya satu atau dua petani saja yang menanam secara penuh. Rata-rata di Dieng para petani menanam buah pepaya Dieng ini disekitar lahan atau pinggiran.

Hal ini karena mayoritas petani masih mengutamakan komoditas lain untuk ditanam. Seperti kentang, cabai, wortel dan sebagainya.

Walau ditanam di pinggiran lahan namun tumbuhan buah dewa ini mampu memenuhi kebutuhan seluruh produsen yang ada di Wonosobo dan sekitarnya.

3. Bisa Tumbuh Tinggi

Jika tidak dilakukan peremajaan, pohon buah carica ini pertumbuhannya bisa menjulang tinggi. Berbeda dengan pohon pepaya yang akan mudah busuk apabila tumbuh terlalu tinggi.

Biasanya para petani di Dieng Wonosobo akan melakukan peremajaan dari pohon buah dewa ini agar hasil buahnya lebih melimpah dibanding sebelumnya. Peremajaan ini paling utama bertujuan untuk meningkatkan hasil produsi buah dari pohon tersebut.

Pohon buah Carica dapat dengan mudah Anda temukan di pinggir area pertanian daerah Dieng. Alasan mengapa pohon ini ditanam di pinggir lahan pertanian adalah untuk menghindari angin yang kencang yang akan merusak tanaman. Setelah membaca ulasan mengenai pohon buah Carica Dieng, apakah Anda sudah penasaran dengan rasa buahnya?

Jika benar, Anda bisa membeli produk minuman Carica khas Wonosobo Sumbing Segar yang tidak mengandung pemanis buatan. Selain itu, sudah ada label Halal sehingga sangat aman dikonsumsi. Rasa dari minuman ini sangat diperhatikan karena kepuasan konsumen adalah nomor satu. Jadi, tunggu apalagi? Beli produk ini sekarang!